Analisis Kawasan Terdampak Banjir Melalui Pemetaan Partisipatif Dan Karakteristik Topografi Di Desa Kaana, Pulau Enggano

Authors

  • M. Rabbani Alpa Rozi Universitas Bengkulu
  • Anggun Kholifah Universitas Bengkulu
  • Wanda Hamida Universitas Bengkulu
  • Yoga Andy Frananta Universitas Bengkulu
  • Eko Nofridiansyah Universitas Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.24127/sss.v10i2.27

Keywords:

banjir, pemetaan partisipatif, topografi, DEM, mitigasi bencana, Desa Kaana

Abstract

Banjir merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dapat memberikan dampak langsung terhadap permukiman dan aktivitas masyarakat, terutama pada wilayah yang memiliki keterkaitan dengan sistem aliran sungai dan kondisi topografi yang relatif rendah. Desa Kaana, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, mengalami kejadian banjir yang cukup besar pada 15 Mei 2026, khususnya di Dusun Kampung. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kawasan terdampak banjir berdasarkan informasi masyarakat serta menganalisis keterkaitannya dengan karakteristik topografi wilayah. Metode yang digunakan meliputi wawancara dengan masyarakat, observasi lapangan, pemetaan partisipatif, dokumentasi, dan analisis topografi menggunakan data Digital Elevation Model (DEM) yang diolah menggunakan ArcGIS. Wawancara dilakukan terhadap 10 responden dari Dusun Kampung, sedangkan delineasi kawasan terdampak dilakukan berdasarkan informasi masyarakat yang kemudian divalidasi melalui observasi lapangan dan pengamatan kondisi elevasi. Hasil menunjukkan bahwa 8 dari 10 responden mengalami dampak banjir hingga memasuki rumah, sedangkan 2 responden lainnya hanya mengalami genangan pada bagian teras. Ketinggian genangan bervariasi, dengan wilayah yang berada dekat aliran sungai dilaporkan mencapai sekitar 80–120 cm, sedangkan wilayah yang berjarak sekitar 1–1,5 km dari sungai mengalami genangan sekitar mata kaki. Genangan berlangsung sekitar pukul 08.00 hingga 13.00 WIB, dengan puncak kejadian sekitar pukul 10.00 WIB. Analisis topografi menunjukkan bahwa kawasan yang teridentifikasi terdampak memiliki keterkaitan dengan kondisi elevasi dan kedekatannya terhadap aliran sungai. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pemetaan partisipatif dapat menjadi pendekatan awal yang efektif untuk mendokumentasikan kejadian banjir di wilayah yang memiliki keterbatasan data hidrologi, sekaligus memberikan informasi spasial yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya mitigasi bencana di Desa Kaana.

References

Badan Informasi Geospasial. (n.d.). DEMNAS (Digital Elevation Model Nasional). Badan Informasi Geospasial, Indonesia. DEMNAS – Badan Informasi Geospasial

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (n.d.). Data dan informasi kebencanaan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. BNPB

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Master, M. D., Widiawaty, M. A., Pramulatsih, G. P., Ismail, A., Ati, A., & Murtianto, H. (2019). Integration of participatory mapping, crowdsourcing and geographic information system in flood disaster management (Case study Ciledug Lor, Cirebon). Journal Information of Technology and its Utilization, 2(2). https://doi.org/10.30818/jitu.2.2.2555

Samaddar, S., Si, H., Jiang, X., Choi, J., & Tatano, H. (2022). How participatory is participatory flood risk mapping? Voices from the flood prone Dharavi slum in Mumbai. International Journal of Disaster Risk Science, 13, 230–248. https://doi.org/10.1007/s13753-022-00406-5

Sahid, S. (2024). Enhancing Digital Elevation Model accuracy for flood modelling – A case study of the Ciberes River in Cirebon, Indonesia. Forum Geografi, 38(1). https://doi.org/10.23917/forgeo.v38i1.1839

Putra, A. C. P., Wardoyo, T. P. B., Tilija, N. P. N. S. D., Wirastuti, P. V., & Widhaningtyas, T. U. (2026). Flood inundation potential analysis in Denpasar City using Topographic Wetness Index from Digital Elevation Model. Rekayasa Hijau: Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan, 10(1).

Purwanto, et al. (2025). Comparative analysis of HAND with TWI flood-prone mapping models in data-scarce areas. Indonesian Journal of Geography.

Riyanto, I., & Sudiana, D. (2009). Pemetaan daerah potensi banjir dengan segmentasi data Digital Elevation Model: Studi kasus DAS Ciliwung di DKI Jakarta. Universitas Indonesia.

Published

2026-09-23

Issue

Section

Articles